alexa snippet

Melayani suami

Melayani suami
Dok. Sindo
Tanya :
Seorang teman bertanya bahwa suaminya kerja malam, pulangnya pagi. Biasanya hubungan seksual bisa dilakukan pada siang hari. Tapi pada bulan Ramadan sang suami tetap mengajaknya melakukan hubungan, terpaksa isteri melayani demi mentaati suami yang juga harus ditaati. Bagaimana ini ustadz?

Jawab :
Isteri memang harus mentaati suami, tapi ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tentu lebih tinggi. Berpuasa Ramadan adalah bukti ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena tidak boleh melayani suami untuk hubungan seksual saat siang hari pada bulan Ramadan.

Bila bersenggama dilakukan pada siang hari, maka hal ini tidak hanya membatalkan puasa, tapi juga ada sanksi yang harus dijalankan, dalam suatu hadits dijelaskan:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ, قَالَ: وَمَا أَهْلَكَكَ؟. قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى فِى رَمَضَانَ. قَالَ: هَلْ تَجِدُ مَاتَعْتِقُ رَقَبَةً؟ قَالَ: لاَ.قَالَ: هَلْ تَسْتَطِيْعُ أَنْ تَصُوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: هَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا؟  قَالَ: لاَ. ثُمَّ جَلَسَ فَأْتِىَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيْهِ تَمَرٌ. قَالَ: تَصَدَّ بِهَذَا. قَالَ: فَهَلْ عَلَى أَفْقَرَ مِنَّا؟ فَوَاللهِ مَا بَيْنَ لاَ بَتَيْهَا أَهْلَ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا فَضَحِكَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ وَ قَالَ: إِذْهَبْ
فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, katanya: “celaka saya yang Rasulullah”. Nabi bertanya: “Apakah yang mencelakakan engkau?”. Jawab laki-laki itu: “Saya telah bersenggama dengan isteriku pada siang hari Ramadan, Rasulullah SAW bersabda: “Sanggupkah engkau memerdekakan hamba sahaya?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”.

Rasulullah SAW bertanya lagi: “Kuatkah engkau berpuasa dua bulan beruturut-turut?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”. Kata Rasulullah: “adakah engkau mempunyai makanan guna memberi makan enam puluh orang miskin?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”. Kemudian laki-laki itu duduk.

Maka diberikan orang kepada Nabi SAW sebakul besar berisi kurma, Rasulullah SAW berkata: “Sedekahkanlah kurma ini”. Kata laki-laki itu: “Kepada siapa? Kepada orang yang lebih miskin dari saya?. Demi Allah, tidak ada penduduk kampung ini yang lebih membutuhkan kepada makanan selain dari kami sekeluarga”. Nabi SAW tertawa sehingga terlihat gigi taringnya dan berkata: “Pulanglah, berikanlah kurma itu kepada ahli rumahmu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa suami tidak boleh mengajak melakukan hubungan seksual dengan isterinya pada siang hari Ramadan dan bila isteri tidak mau melayani, jangan dianggap isteri tidak taat pada suami, tapi berbanggalah kepadanya karena dia lebih taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Demikian jawaban singkat pengasuh.

Dosa

Ketika manusia melakukan suatu perbuatan, maka ada nilai pahala atau dosa yang akan diperolehnya. Bila ia melakukan sesuatu yang diperintah dan dibenarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, maka seseorang akan mendapatkan pahala, sedang bila melakukan yang sebaliknya, maka ia mendapatkan nilai dosa. Karena itu dosa didefinisikan sebagai melakukan sesuatu yang dilarang atau melakukan sesuatu yang melanggar syariat Islam, demikian yang dikutip dari buku Ensiklopedi Hukum Islam, jilid 1 halaman 281. 

Di Dalam Alqur’an, seperti yang penulis kemukakan dalam buku Kunci Ampunan Dosa, ada beberapa istilah untuk menyebut dosa. Pertama, junah yang berasal dari kata janaha yang berarti condong, cenderung dan berpihak. Kata janah berarti sesuatu yang berada di samping. Kalau diterapkan pada burung berarti sayap; diterapkan pada manusia berarti tangan, ketiak, lambung, lengan; diterapkan pada ikan berarti sirip.

Bisa juga diterapkan pada kapal, lembah, dan sebagainya. Junah berarti penyimpangan dari kebenaran, dosa, bahkan semua dosa dapat dimasukkan di dalam pengertian junah. Diartikan demikian karena dosa cenderung membuat manusia menyeleweng dari kebenaran (lihat Ensiklopedia Alqur’an, jilid I, hal 402-403). Dosa dengan kata junah disebutkan dalam firman Allah swt: Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizki hasil perniagaan) dari Tuhanmu (QS Al Baqarah [2]:198).
halaman ke-1 dari 2
loading gif