alexametrics

Tausiyah Ramadhan

Hakikat Berlebaran

loading...
Hakikat Berlebaran
Habib Ahmad bin Novel Jindan, pengasuh Ponpes Al-Fachriyah, Tangerang. Foto/Dok Al-Fachriyah
Habib Ahmad bin Novel Jindan
Pengasuh Ponpes Al-Fachriyah Tangerang

Disebutkan dari beberapa riwayat tentang Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, bahwa beberapa hari Beliau terlihat memakai pakaian yang indah. Sehingga para sahabat yang lain banyak yang menanyakan hal tersebut kepadanya, yang seraya dijawabnya, “Hari ini adalah hari raya bagiku, kemarin juga demikian, dan setiap hari ku tak bermaksiat pada Allah maka hari tersebut adalah hari raya untukku.”

Dalam kitab Imam Al Baijuri dan yang lainnya, disebutkan tentang hakikat dari lebaran tersebut. Mereka mengatakan, “Hari Raya bukanlah untuk mereka yang berpakaian yang bagus, tetapi lebaran yang diinginkan adalah saat pengampunan dosa dari Allah Ta'ala.” (Baca Juga: Buah dari Puasa adalah Ketakwaan kepada Allah)

Di antara para ulama, ada juga yang mengatakan, “bukanlah hari raya itu untuk mereka yang mempercantik diri dalam berpakaian dan berkendaraan, tetapi hari raya yang diharapkan adalah ketika seseorang diampuni oleh Allah subhanahu wa Ta'ala.”

Inilah hal yang utama yang patut diperhatikan oleh setiap muslim, yang memiliki keimanan kepada Allah. Apa yang ia dapat dari pendidikan Ramadhan yang dapat diaplikasikan dalam kesehariannya pascaramadhan. Jadilah mukmin yang memiliki inovasi yang kuat untuk masa depan.

Jangan sampai kita menjadi manusia-manusia yang tidak lulus pada bulan keberkahan ini, sehingga menjadi bagian dari orang-orang yang merugi. Sebagaimana sangatlah banyak riwayat yang mengetengahkan kerugian yang didapat bagi seorang yang tidak lulus dan berhasil dalam bulan yang indah ini.

Di antara hadis yang meriwayatkan tentang kerugian bagi yang mendapatkan Ramadhan namun tidak lulus pada bulan tersebut, adalah yang diriwayatkan Al Imam Ibn Hibban dalam kitab shahihnya, sebagai berikut: “(pada hari raya) Nabi Muhammad menaiki mimbarnya, di tangga pertama Beliau mengatakan “Amin”, di tangga kedua juga demikian, di tangga yang ketiga juga demikian.

Setelah itu beliau bersabda, “Telah datang padaku malaikat Jibril seraya mengatakan Wahai Muhammad, barang siapa melalui bulan Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan Allah, semoga tambah dijauhkan dari Allah. Lalu Jibril pun berkata, Aminkan ya Rasulullah, maka Nabipun mengamininya”.

Pada hadis yang lain, Nabi Muhammad SAW mengatakan, ”Celakalah bagi mereka yang mengalami bulan Ramadhan namun tidak dapat pengampunan Allah, jika tidak mendapatkannya di bulan tersebut, kapan akan mendapati ampunan Allah.”
(rhs)
cover top ayah
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ  لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ‌ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ‌‌ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

(QS. Al-Baqarah:255)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak