alexametrics

Khutbah Terakhir Rasulullah Sebelum Wafat

loading...
Khutbah Terakhir Rasulullah Sebelum Wafat
Lima hari menjelang wafat, Rasulullah Muhammad SAW berkhutbah menerangkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq. Foto/Istimewa
Lima hari menjelang wafat, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW) berkhutbah menerangkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq dibandingkan seluruh sahabat laiinya. Ditambah lagi instruksi nabi di hadapan seluruh sahabat agar Abu Bakar ditunjuk menjadi imam kaum muslimin dalam salat.

Dalam Kitab Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa khutbah Nabi ini merupakan pengganti dari keinginan beliau untuk menuliskan wasiat siapa yang menjadi penggantinya. Dalam khutbah ini Rasulullah mandi sebelumnya kemudian keluar untuk salat bersama kaum muslimin dan kemudian menyampaikan khutbahnya. (Baca Juga: Biografi Nabi Muhammad, Manusia Teragung Sepanjang Masa)

Hal yang pertama diucapkan Rasulullah setelah memuji Allah, adalah perihal orang-orang yang terbunuh di perang Uhud, maka beliau pun berdoa dan memohon ampunan untuk mereka. Kemudian beiau berkata, "Wahai kaum Muhajirin sesunggunya jumlah kalian semakin banyak, sementara Anshar tetap sebagaimana adanya. Sesungguhnya mereka adalah ibarat rumah tempat kembaliku. Oleh karena itu hormatilah orang-orang yang mulia di antara mereka, dan maafkanlah orang-orang yang berbuat kesalahan dari mereka."

Kemudian beliau melanjutkan, "Wahai sekalian manusia sesungguhnya ada seorang hamba yang disuruh untuk memilih antara kekal di dunia atau memilih apa-apa yang ada di sisi Allah, maka dia memilih apa-apa yang ada di sisi Allah."

Maka ketika itu hanya Abu Bakar yang paham dari sekian banyak para sahabat, dan beliau langsung menangis. Beliau berkata, "Tetapi kamilah yang menjadi tebusanmu wahai Rasulullah dengan diri kami, anak-anak maupun harta kami”.

Maka Rasulullah menjawab, "Sebentar wahai Abu Bakar! Lihatlah ke arah pintu-pintu rumah yang mengarah ke masjid, maka tutuplah kecuali pintu Abu Bakar, aku tidak pernah mengetahui ada seseorang yang begitu mulia berteman denganku selain Abu Bakar."

Imam Ahmad berkata, "Amir menyampaikan kepada kami, ia berkata, Fulaih menyampaikan kepada kami dari Salim Abu Nadhr dari Bisr bin Sa'id dari Abu Sa'id, dia berkata," Rasulullah pernah berpidato sembari berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruh seorang hamba memilih antara dunia dan apa-apa yang dijanjikanNya di sisiNya, namun hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah."

Abu Sa'id berkata, "Seketika itu Abu Bakar menangis, dan kami heran kenapa beliau menangis, padahal Rasulullah hanyalah menceritakan seorang hamba yang diberi pilihan. Namun akhirnya kami paham bahwa sebenarnya yang dimaksud Rasulullah itu Abu Bakarlah yang paling alim di antara kami."

Rasulullah bersabda, "Andai saja aku dibolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan Islam dan kecintaan karenanya, maka jangan ada lagi rumah-rumah yang pintunya mengarah ke masjid dan hendaklah ditutup kecuali pintu Abu Bakar saja."

Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadis ini dari jalan Abu Amir al-Aqadi dengan sanad yang sama. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Abdurrahman bin Sulaiman bin  Hanzalah bin al-Ghasil dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah suatu hari keluar dalam keadaan sakit dengan mengikatkan kain di kepalanya yang ujungnya terjuntai di antara dua bahunya,  beliau duduk di atas mimbar, kemudian menyebutkan khutbah tadi.

Di antara pesan wasiat Beliau agar berbuat baik terhadap kaum Anshar hingga akhirnya Ibnu Abbas berkata, "Itulah majelis dan khutbah terakhir Rasulullah.”

Dampak dari Berita Wafatnya Rasulullah
Imam Ahmad berkata, "Telah berkata kepada kami Bahz dia berkata, 'Telah berkata kepada kami Hammad bin Salamah dia berkata, 'Telah berkata kepada kami Abu Imran al-Juwaini dari Yazid bin Babnus, ia berkata, “Aku  pergi beserta seorang sahabatku menemui 'Aisyah dan kami minta izin agar dibolehkan masuk, maka ia melemparkan untuk kami bantal tempat duduk kemudian ia menurunkan hijab.

Setelah itu sahabatku berbicara, “Wahai Ummul mukminin bagaimana pandangan Anda mengenai 'iraak?' Ia bertanya, 'Apa itu 'iraak?' Maka aku menepuk pundak kawanku. 'Aisyah berkata padaku, "berhentilah! kenapa engkau menyakiti saudaramu." Kemudian dia bertanya lagi, "Apa itu 'iraak?' Yaitu tempat keluarnya darah haid.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ رَبِّىۡ يَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

(QS. Saba:36)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak