alexametrics

Zakat Fitrah Pakai Apa? Ini Penjelasan Lengkap Habib Ahmad

loading...
Zakat Fitrah Pakai Apa? Ini Penjelasan Lengkap Habib Ahmad
Habib Ahmad bin Novel Jindan, pengasuh Ponpes Al-Fachriyah, Tangerang. Foto/Dok Al-Fachriyah
Ibadah zakat merupakan kewajiban penting dalam syariat Islam. Zakat diperintahkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya: “Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apapun yang kalian kerjakan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan”. (QS Al Baqarah:110).

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fachriyah, Tangerang, Habib Ahmad bin Novel Jindan menjelaskan secara rinci perihal Zakat Fitrah ini. Kata Habib Ahmad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam (SAW) telah bersabda tentang zakat. Beliau bersabda: “Islam didirikan di atas lima pondasi: (1) Bersaksi tiada tuhan selain Allah dan (Nabi) Muhammad utusan Allah. (2) Mendirikan salat. (3) Mengeluarkan zakat. (4) Haji ke Baitullah. (5) Puasa di bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Di dalam hadis lain Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya menunaikan zakat hartanya”. (HR At-Tabrani). Di antara kewajiban seorang muslim yang sangat penting adalah menunaikan Zakat Fitrahnya. Karena sesungguhnya puasa di bulan Ramadhan tergantung di antara langit dan bumi, dan sungguh tidak akan terangkat melainkan dengan Zakat Fitrah.

Nabi SAW juga bersabda: “Zakat Fitrah merupakan penyucian bagi orang yang berpuasa dari kekurangannya dan makanan bagi orang faqir dan miskin”. Sebagaimana seorang muslim diwajibkan oleh Allah untuk menunaikan Zakat Fitrah, ia juga diwajibkan untuk mempelajari bagaimana cara menunaikan Zakat Fitrah yang benar.

Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim”. Karena di dalam menunaikan zakat terdapat persyaratan, waktu yang tepat, tempat penyaluran, dan hukum-hukum lainnya yang sangat penting dan wajib untuk dipelajari agar kewajiban menunaikan ibadah Zakat Fitrah dapat berlangsung dengan benar dan sah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Syarat Wajib Berzakat

Syarat wajib berzakat fitrah ada tiga:

1. Islam

2. Menjumpai akhir bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal. Dan titik temu saat-saat tersebut adalah pada saat terbenam matahari hari terakhir bulan Ramadhan. Sehingga apabila seseorang meninggal setelah terbenam matahari, atau seorang bayi dilahirkan sebelum terbenam matahari maka telah wajib atas mereka Zakat Fitrah.

3. Memiliki kelebihan pada hari raya dan malamnya dari kebutuhan pokok makanan, pakaian, tempat tinggal dan pembantu (yang ia butuhkan untuk mengurus keperluan diri dan keluarga yang wajib ia nafkahi), untuk dirinya dan untuk orang-orang yang wajib ia nafkahi.

Apabila seseorang telah memenuhi tiga syarat di atas maka ia diwajibkan menunaikan Zakat Fitrah. Meskipun di lain sisi ia seorang mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Sebagaimana ia wajib menunaikan Zakat Fitrah atas dirinya, ia juga diwajibkan menunaikan Zakat Fitrah atas orang-orang yang wajib ia nafkahi.

Orang-orang yang Wajib Dinafkahi:

1. Orang tua kandung yang faqir.

2. Isteri.

3. Anak kandung yang belum baligh dan Faqir. Atau sudah baligh tetapi faqir dan tidak mampu bekerja.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَمَنۡ يَّقۡتُلۡ مُؤۡمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيۡهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيۡمًا
Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

(QS. An-Nisa:93)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak