alexametrics

Kisah Inspiratif, Allah Mengampuni Semua Dosa (Bagian 1)

loading...
Kisah Inspiratif, Allah Mengampuni Semua Dosa (Bagian 1)
Allah SWT membuka pintu-pintu pengampunan dan taubat bagi semua hambaNya yang ingin mendapatkannya. Foto/Istimewa
Imam Shamsi Ali

Presiden Nusantara Foundation

Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat khususnya adalah bahwa Islam itu mengajarkan kekerasan, minimal ajarannya penuh dengan kebencian dan kekakuan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih.

Kebodohan dan kebohongan ini sengaja dipromosikan untuk menumbuhkan rasa takut, bahkan kebencian kepada Islam. Apalagi kerap kali memang prilaku segelintir orang-orang yang mengaku Muslim dianggap sebagai justiifkasi (pembenaran) untuknya.

Padahal jika dikaji semua aspek ajaran agama ini, baik dari akidahnya, dan seluruh amalan ritual dan muamalahnya mengajarkan kasih sayang itu. Salat misalnya memang dimulai dengan takbir, mengakui kebesaran Ilahi. Tapi salat juga diakhiri dengan salam. Sebuah komitmen kedamaian yang sejati.

Tuhan yang Maha Kasih dalam akidah Islam, salah satunya terefleksi dalam bentuk pengumpunanNya. Bahwa Allah SWT yang Maha menguasai langit dan bumi itu membuka pintu-pintu pengampunan dan taubat bagi semua hambaNya yang ingin mendapatkannya dalam hidup.

Saya katakan bagi yang ingin. Karena dalam Islam manusia itu telah diberikan tanggung jawab untuk melakukan tugasnya. Artinya ajaran Islam tidakmengajarkan paham apatisme, tidak peduli dan mengharap semuanya ditentukan oleh pihak lain. Jika ingin diampuni maka berusahalah untuk diampuni.

Alquran misalnya menegaskan: “Dan bergegaslah kalian kepada ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan bagi orang-orang yang bertanya”. (Alquran).

Kata bergegas mengindikasikan keseriusan dan kesungguhan, serta mujahadah dalam meraih magfirah Allah SWT. Maknanya jika ingin diampuni kejarlah ampunan itu.

Dalam ampunan Allah inilah nampak secara gamblang kasih dan Rahmah Allah SWT. Allah tidak pernah menutup kemingkinan ampunan itu selama hambaNya masih hidup, dan memang ingin diampuni.

Kecintaan Allah yang tiada batas itu menjadikanNya mendeklarasikan dengan tegas: “Katakan Wahai hamba-hambaKu (ibaadiya) jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa. Sesunguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.

Ayat ini menyampaikan beberapa penekanan sebagai berikut:

1). Bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya begitu sangat dalam, bahkan tiada batas. Di ayat ini Allah memanggil hamba-hambaNya para pendosa. Mereka yang telah melampaui batas (batas halal dan haram atau batas kebenaran dan kebatilan). Luar biasanya Allah masih memanggil mereka dengan panggilan yang termulia. Itulah panggilan “ibaad” (hamba-hamba). Menurut para ulama, panggilan ini adalah panggilan yang menunjukkan penghormatan yang tinggi. Sebagai mana Allah menyebut RasulNya, Muhammad SAW, ketika mengangkatnya ke sidratul muntaha dalam peristiwa isra’ dan mi’raj.

2). Mereka yang melakukan dosa disebut “melampui batas” atau melebihkan atas diri-diri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa agama jika dijalankan sebagaimana mestinya maka itu sangat sejalan dengan kebutuhan bahkan tabiat manusia. Keluar dari batas-batas agama adalah keluar dari batas-batas kehidupan itu sendiri.

3). Ungkapan “jangan berputus asa dari kasih sayang Allah” menunjukkan bahwa diampuninya kita bukan karena usaha, bukan sekadar ibadah yang kita lakukan. Tapi semuanya karena semata “rahmat Allah”. Bukankah pada akhirnya memang tak seorangpun yang akan masuk syurga tanpa rahmat Allah?
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ‌ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

(QS. Al-Baqarah:45)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak