alexametrics

40 Sunnah di Bulan Ramadhan, Jangan Abaikan! (Bagian 1)

loading...
40 Sunnah di Bulan Ramadhan, Jangan Abaikan! (Bagian 1)
Foto Ilustrasi/Istimewa
Sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ada baiknya umat Islam mengetahui apa saja sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Ketika Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan, Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan yang sempurna.

Ramadhan bukan cuma bulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah bulan melatih kesabaran, memperbanyak amal saleh dan momentum perbaikan diri. Ketika menghadapi Ramadhan, Rasulullah SAW mengisinya dengan amalan-amalan mulia.  

Al-Habib Segaf bin Ali Alaydrus dalam kitabnya “Ithaful Ikhwan” menyebutkan ada 40 sunnah-sunnah di bulan Ramadhan. Berikut rangkumannya:

1. Makan Sahur
Disunnahkan bagi yang akan berpuasa untuk makan sahur. Telah banyak hadits yang menganjurkan untuk melakukan sahur dan menjelaskan bahwa di dalam makanan sahur terdapat keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda: “Bersahurlah karena di dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari-Muslim)
Dianjurkan makan sahur walaupun sedikit. Rasulullah SAW bersabda: Makan sahur itu makanannya adalah berkah. Maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya dengan meminum seteguk air. Karena Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat bagi orang-orang yang sahur”. (HR Ahmad)

2. Menjadikan Kurma sebagai Salah Satu Menu Sahur

Sebagaimana Nabi SAW bersabda Sebaik-baiknya makanan sahur orang beriman adalah kurma. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

3. Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan makan sahur sampai mendekati waktu shubuh, asalkan jangan terlalu akhir sehingga kita ragu apakah waktu sahur masih tersisa atau tidak. Rasulullah SAW bersabda: “Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR Ahmad).

Adapun mengakhirkan sahur sampai ragu apakah waktu sahur masih ada, itu tidak dianjurkan. Waktu sahur dimulai sejak tengah malam (Yaitu pertengahan antara waktu maghrib dan waktu shubuh) sampai sebelum fajar.

4. Menentukan Waktu Imsak

Imsak adalah jarak antara selesai sahur dan adzan shubuh. Disunnahkan untuk membuat jarak waktu pemisah antara waktu sahur dan adzan Shubuh (waktu imsak). Jangan sampai ia masih makan sahur ketika adzan shubuh berkumandang.

Sahabat Anas RA menceritakan bahwa sahabat Zaid bin Tasbit RA mengatakan: “Kami sahur bersama Nabi SAW, setelah itu kami salat. "Aku (sahabat Anas) bertanya: Berapa jarak antara adzan dan sahurnya..?
“Seukuran 50 ayat..”, jawabnya. (HR Bukhari-Muslim)

Sebagian ulama mengirakan bahwa ukuran 50 ayat adalah 15-20 menit.Maka hendaknya berhenti makan sahur 15 menit sebelum adzan shubuh. Pemisahan ini adalah bentuk kehati-hatian dalam beribadah. Dan hati-hati dalam ibadah itu dianjurkan berdasarkan sabda Nabi SAW: “Tinggalkan apa yang membuatmu ragu, kepada apa yang tidak membuatmu ragu.” (HR Ahmad)

5. Berkumpul Saat Sahur
Sunnah berkumpul bersahur bersama-sama ini berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit di atas “Kami sahur bersama dengan Rasulullah SAW kemudian kami salat.” (HR Bukhari-Muslim)

Selain itu berkumpul dalam menyantap makanan itu adalah berkah, sebagaimana Nabi SAW pernah bersabda: “Sebaik-baik makanan adalah apa yang banyak tangan (ikut makan) didalamnya.”
(rhs)
cover top ayah
وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

(QS. Al-Anbiya:83)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak