alexametrics

Memahami Esensi Puasa - Ustadz Shamsi Ali

Hari ketiga Ramadhan, ketaqwaan itu menyimpulkan komitmen keislaman kedalaman iman dan karya-karya yang potensial di dalam melakukan pembangunan peradaban manusia. Hal ini disampaikan Ustadz Shamsi Ali.



Ustadz Shamsi berpesan kepada kita semua bahwa jangan sampai bulan Ramadhan ini sekedar bulan dimana kita tidak melakukan makan, minum di siang hari, tapi kembali kepada makna dari pada puasa itu sendiri. Arti puasa sesungguhnya esensi puasa itu adalah menahan diri.



Secara hakekat, menahan diri yang dimaksud adalah kemampuan kita untuk mengendalikan hawa nafsu kita dari hal-hal yang tak diridhoi oleh Allah SWT.

(gar)
cover top ayah
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الۡاَنۡفُسَ حِيۡنَ مَوۡتِهَا وَالَّتِىۡ لَمۡ تَمُتۡ فِىۡ مَنَامِهَا‌ ۚ فَيُمۡسِكُ الَّتِىۡ قَضٰى عَلَيۡهَا الۡمَوۡتَ وَ يُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى‌ ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.

(QS. Az-Zumar:42)
cover bottom ayah
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak