alexametrics
Photomore
Videomore

Tanggung Jawab

Nabi Muhammad SAW mengatakan, bahwa setiap orang itu bertanggung jawab kepada siapa yang ada di pundaknya. Seperti yang diungkapkan Ustad Yusuf Mansyur, setiap orang adalah pemimpin dan manajer.

Semua orang bertanggung jawab terhadap orang-orang di belakang dia, di bawah dia, dan naungan dia. Ada contoh bahwa nanti di alam kubur, seseorang akan ditanya kegiatan semasa dia hidup, dari perkara shalat dhuha.

Misalnya, kenapa kamu tidak salat dhuha? Lalu, ditanya siapa kepala sekolahnya. Maka kepala sekolahnya ini akan diminta pertanggungjawabannya, kenapa muridnya tidak salat dhuha di sekolah.





(gar)
cover top ayah
لَا يَنۡهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يُقَاتِلُوۡكُمۡ فِى الدِّيۡنِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوۡكُمۡ مِّنۡ دِيَارِكُمۡ اَنۡ تَبَرُّوۡهُمۡ وَ تُقۡسِطُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُقۡسِطِيۡنَ‏
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

(QS. Al-Mumtahanah:8)
cover bottom ayah
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." 

Ada seorang sahabat bertanya: "bagaimana maksud amanat disia-siakan?" 

Nabi menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu."



(HR. Bukhari No. 6015)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak