Pemudik harus perhatikan cuaca dan kepadatan lalu lintas

Oleh: Koran SINDO

Minggu,  4 Agustus 2013  −  13:00 WIB

Pemudik harus perhatikan cuaca dan kepadatan lalu lintas

Dok. SINDOphoto

Sindonews.com - Bagi para pemudik, diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan perubahan cuaca dan kepadatan arus lalu lintas. Semua demi kelancaran dan keselamatan selama di perjalanan, sampai tujuan tanpa halangan berarti.

Apalagi informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara tidak bersahabat sepanjang Agustus 2013. Selain masih dilanda cuaca panas hingga 35 derajat celcius, para pemudik juga harus berhati-hati adanya potensi angin kencang yang bisa menyebabkan turunnya hujan. Bagi para pemudik yang menggunakan motor, kedua gangguan cuaca tersebut bisa menjadi kendala berarti dan menghambat perjalanan.

“Kondisi cuaca seperti ini akan sangat mengganggu perjalanan selama mudik. Untuk itu, kami mengimbau agar para pemudik mewaspadainya, dan menyiapkan segala perlengkapan kendaraan,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Wilayah I Sumatera Hendra Suwarta. Hendra menjelaskan, suhu masih terasa panas hingga pertengahan Agustus.

Suhu bisa mencapai 35 derajat celcius. Sedangkan angin kencang masih berpotensi sebesar 30 knot atau setara dengan 60 km per jam. Daerah yang berpotensi mengalami suhu tinggi dan angin kencang, adalah kawasan pantai barat dan pantai timur. Berarti, hampir seluruh kawasan Sumatera Utara berpotensi mengalami gangguan cuaca tersebut. “Kawasan pantai barat sangat berpotensi turun hujan.

Untuk itu, harus diwaspadai juga terjadinya longsor, khususnya di kawasan perbukitan. Sedangkan untuk kawasan pantai timur, potensi turunnya hujan sangat kecil ,” paparnya. Kondisi seperti ini akan meningkat terus selama Agustus, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi hingga September dan Oktober. “Jadi tidak hanya jelang Lebaran. Untuk itu, para pengguna jalan, khususnya mereka yang melakukan perjalanan jauh, harus mewaspadai kondisi cuaca buruk tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Sumatera Utara telah membuat beberapa posko yang ditempatkan di beberapa titik di Jalan Lintas Sumatera, khususnya di beberapa kabupaten/ kota yang dianggap berpotensi terjadi longsor dan banjir. “Beberapa posko yang akan dibuka, yakni di kawasan rawan longsor, seperti Berastagi, Sidikalang, Sibolga, Tarutung, Siantar, Sipirok, Aek Latong, dan Kota Nopan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Anthony Siahaan.

Selain mendirikan posko di daerah rawan longsor, Dishub mengubah lima jembatan timbang di kawasan lintas timur menjadi rest area untuk para pemudik. Kelima jembatan timbang itu, adalah jembatan timbang Tanjung Morawa I dan II, jembatan timbang di Kabupaten Lima Puluh, Aek Kanopan, dan Aek Batu. “Di lintas barat juga ada lima rest area yang berada di kawasan Sibolangit, Sidikalang, Dolok Marangir, dan di Siantar ada dua lokasi rest area,” ujar Anthony.

Keberadaan seluruh posko dan lokasi rest area tersebut sebagai antisipasi padatnya lonjakan kendaraan yang melintasi lintas timur dan barat. Selain itu juga untuk menjaga keamanan para pemudik itu sendiri. Dia menambahkan, untuk Kota Medan, masalah kemacetan masih jadi fokus utama karena kemacetan yang terjadi semakin parah.

Hal tersebut disebabkan adanya perubahan arus di sekitar Lapangan Merdeka menuju Stasiun Kereta Api. Kemacetan tersebut menyita waktu para pengendara bermotor hingga setengah jam. Namun, dia yakin bisa mengurai kemacetan di Kota Medan, karena menjelang Lebaran sebagian masyarakat Kota Medan sedang pulang kampung. (nfl)

views: 533x
RSS My Yahoo!