JADWAL IMSAKIYAH

Ramadan 1436 H

Melayani suami

Melayani suami
Dok. Sindo
Tanya :
Seorang teman bertanya bahwa suaminya kerja malam, pulangnya pagi. Biasanya hubungan seksual bisa dilakukan pada siang hari. Tapi pada bulan Ramadan sang suami tetap mengajaknya melakukan hubungan, terpaksa isteri melayani demi mentaati suami yang juga harus ditaati. Bagaimana ini ustadz?

Jawab :
Isteri memang harus mentaati suami, tapi ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tentu lebih tinggi. Berpuasa Ramadan adalah bukti ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena tidak boleh melayani suami untuk hubungan seksual saat siang hari pada bulan Ramadan.

Bila bersenggama dilakukan pada siang hari, maka hal ini tidak hanya membatalkan puasa, tapi juga ada sanksi yang harus dijalankan, dalam suatu hadits dijelaskan:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ, قَالَ: وَمَا أَهْلَكَكَ؟. قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى فِى رَمَضَانَ. قَالَ: هَلْ تَجِدُ مَاتَعْتِقُ رَقَبَةً؟ قَالَ: لاَ.قَالَ: هَلْ تَسْتَطِيْعُ أَنْ تَصُوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: هَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا؟  قَالَ: لاَ. ثُمَّ جَلَسَ فَأْتِىَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيْهِ تَمَرٌ. قَالَ: تَصَدَّ بِهَذَا. قَالَ: فَهَلْ عَلَى أَفْقَرَ مِنَّا؟ فَوَاللهِ مَا بَيْنَ لاَ بَتَيْهَا أَهْلَ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا فَضَحِكَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ وَ قَالَ: إِذْهَبْ
فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, katanya: “celaka saya yang Rasulullah”. Nabi bertanya: “Apakah yang mencelakakan engkau?”. Jawab laki-laki itu: “Saya telah bersenggama dengan isteriku pada siang hari Ramadan, Rasulullah SAW bersabda: “Sanggupkah engkau memerdekakan hamba sahaya?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”.

Rasulullah SAW bertanya lagi: “Kuatkah engkau berpuasa dua bulan beruturut-turut?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”. Kata Rasulullah: “adakah engkau mempunyai makanan guna memberi makan enam puluh orang miskin?”. Jawab laki-laki itu: “Tidak”. Kemudian laki-laki itu duduk.

Maka diberikan orang kepada Nabi SAW sebakul besar berisi kurma, Rasulullah SAW berkata: “Sedekahkanlah kurma ini”. Kata laki-laki itu: “Kepada siapa? Kepada orang yang lebih miskin dari saya?. Demi Allah, tidak ada penduduk kampung ini yang lebih membutuhkan kepada makanan selain dari kami sekeluarga”. Nabi SAW tertawa sehingga terlihat gigi taringnya dan berkata: “Pulanglah, berikanlah kurma itu kepada ahli rumahmu” (HR. Bukhari dan Muslim).


Selanjutnya...
dibaca 4.120x
Halaman 1 dari 3

Share This Page

Topic Terkait :


BERITA REKOMENDASI

Arus Balik Penumpang Berjubel di Stasiun Pekalongan
VIDEO
Arus Balik, Penumpang Berjubel di Stasiun Pekalongan
Kemacetan Mengular Jelang Exit Tol Cipali
PHOTO
Kemacetan Mengular Jelang Exit Tol Cipali