Jawa Tengah & DIY


Penambang pasir usir backhoe dari Kali Progo

Oleh: Koran SINDO

Kamis,  6 September 2012  −  08:41 WIB

Warga Dusun Klurahan, Desa Trimurti,Kecamatan Srandakan, Bantul mengusir paksa dua unit alat berat yang beroperasi menambang pasir di Kali Progo.

Sindonews.com - Warga Dusun Klurahan, Desa Trimurti,Kecamatan Srandakan, Bantul mengusir paksa dua unit alat berat yang beroperasi menambang pasir di Kali Progo.

Mereka beramai-ramai mendorong salah satu mesin tersebut ke atas sungai. Satu alat berat lainnya masih tertinggal di sisi barat sungai. Pengusiran dilakukan karena warga menilai pemkab melakukan diskriminasi terhadap usaha penambangan. Masyarakat sering dirazia, sedangkan penambangan dengan backhoe tetap dibiarkan.

”Terus terang warga kesal karena penambang pasir tradisional sering dirazia. Namun, penambang besar dengan alat berat seperti backhoe justru diizinkan,” ujar Zahrowi, salah satu penambang pasir, Rabu 5 September 2012.

Awalnya ada empat backhoe yang beroperasi di sungai tersebut. Sebelum diusir warga,dua backhoe terlebih dulu meninggalkan lokasi. ”Jadi tinggal dua backhoe yang kita usir ramai-ramai,” ujar Zahrowi.

Penambang lain, Waluyo menuturkan, awalnya kedatangan backhoe ini untuk menormalisasi Kali Progo oleh kelompok tani Bismo, Dusun Talkondi, Poncosari, Srandakan. Ternyata hasil material pasir itu tidak bisa dimanfaatkan warga. ”Justru diangkut truktruk pengangkut pasir,” katanya.
Waluyo menilai upaya tersebut sama dengan aksi penambangan tapi berdalih normalisasi untuk keamanan tanaman Sorgum yang dikelola kelompok tani. Setiap hari ada sekitar 150 sampai 200-an truk yang mengambil material pasir.

”Sekarang penambang rakyat gigit jari karena semua truk ambil (pasir) dari backhoe. Wajar saja jika kami marah,” ujar Waluyo.(azh)

views: 845x